Saturday, 25 October 2014




5 sikap positif ibu bapa dalam melayani anak yang kuat merengek






1. Berfikir positif

Ibu bapa seharusnya tidak mudah berputus asa bila melihat anak misalnya mempunyai temperamen slow to warm up, yang memerlukan masa yang panjang untuk menyesuaikan diri. Berfikirlah secara positif bahwa kita dapat membentuknya menjadi anak yang baik. Dengan keyakinan ini, terbentuklah hubungan yang baik antara ibubapa dan anak.

2. Tidak mengalah kepada rengetan anak

Cara ibu bapa berinteraksi dengan anak dapat mempengaruhi sikapnya. Misalnya, si anak yang memiliki kecenderungan untuk merengek menjadi semakin teruk jika dia memahami bahawa rengetannya itu dapat dijadikan sebagai senjata bagi dirinya. Apalagi bila ibu bapa selalu memenuhi atau mengalah pada rengekannya. Namun bila ibu bapa bersikap tegas dan tidak mudah mengalah, lama kelamaan rengetan itu akan berkurangan.

3. Tidak memberikan label

Pemberian label kepada anak akan menyebab anak menjadi tidak yakin kepada dirinya sendiri. Bahkan lambat laun ia menjadi anak seperti yang dilabelkan selama ini. Umpama, diberi label “kaki merengek”, dan dipanggil dengan gelaran itu setiap hari, maka sikapnya yang suka merengek akan berterusan.

4. Fokus kepada sikap anak

Untuk membangunkan sikap positif anak, selalulah memerhati tingkah lakunya yang baik dan berikan penghargaan. Jangan hanya memberikan perhatian ketika anak berkelakuan buruk. Contoh, "Wah, hari ini Nina tidak merengek langsung. Ibu suka hati bila Nini berkelakuan begini. Ini dapat menanamkan rasa keyakinan diri pada anak.

5. Tidak membandingkan-bandingkan

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Tugas ibu bapa adalah memaksimakan kelebihan setiap anak dan meminimakan kekurangannya. Ini dapat menanamkan rasa percaya si kecil bahwa dirinya memang memiliki keistimewaan sama seperti teman-temannya yang lain.


No comments:

Post a Comment